Sunday, March 18, 2012

Cushing Sindrom


KAJIAN TEORI
1.Pengertian Cushing Sindrom
adalah adalah kumpulan gejala penyakit yang menyebabkan gangguan hormonal yang disebabkan kortisol plasma berlebihan dalam tubuh (hiperkortisolisme),baik oleh pemberian glukokortikoid jangka panjang dalam dosis farmakologik (iatrogen ) atau oleh sekresi  kortisol yang berlebihan akibat gangguan aksis hipotalamus - hipofisis  adrenal ( Spontan ).
Nama sindrom cushing diambil dari Harvey cushing, seorang ahli bedahyang pertama kali mengidentifikasikan penyakit ini pada tahun 1912.penyakit ini ditandai truncal obesity,hipertensi, mudah lelah, amenorea, hirsutisme, striae abdomen berwarna ungu dll.
Sindrom cushing relative langka dan paling sering terjadi pada usia 20 hingga 50 tahun.orang yang menderita obesitas dan DM- tipe 2,disertai dengan hipertensi dan gula darah yang tidak terkontrol,akan meningkatkan resiko terserang penyakit ini.

Sindrom cushing terbagi 2:

Wednesday, February 1, 2012

OBESITAS

1.1    OBESITAS DAN JENIS-JENIS OBESITAS
1.1.1    OBESITAS
Obesitas adalah keadaan patologis dengan terdapatnya dengan penimbunan lemak yang berlebihan dari pada yang di perlukan untuk fungsi tubuh. Masalah gizi karena kelebihan kalori biasanya di sertai karena kelebihan lemak dan protein hewani, kelebihan gula dan garam, tetapi terjadi kelebihan serat dan mikro-nutrien, yang kelak dapat merupakan faktor resiko untuk terjadinya berbagai jenis penyakit degeneratif, seperti diabetes mellitus, hipertensi, penyakit jantung koroner, reumatik, dan berbagai jenis keganasan (kanker) dan gangguan kesehatan lain yang akan memerlukan biaya pengobatan yang sangat besar.
Berdasarkan etiologinya, umumnya obesitas di bagi menjadi:
1.    Obesitas primer : disebabkan faktor nutrisi dengan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi masukan makanan, yaitu masukan makanan berlebih dibanding dengan kebutuhan enargi yang diperlukan tubuh.
2.    Obesitas skunder : yang di sebabkan adanya penyakit/kelainan congenital (mielodisplasia), endokrin (sindrom Cushing, sindrom freulich, sindrom Mauriac, pseudoparatiroidisme) atau kondisi lain ( sindrom klinefelter, sindrom turner, sindrom Down, dll ).
Menurut pathogenesis dapat di bagi dua golangan yaitu:
1.    Regulatori obesity : gangguan primernya berada pada pusat yang mengatur masukan makanan.
2.    Obesitas metabolik: kelainan pada metabolisme lemak dan karbohidrat.
1.1.2     Jenis-jenis obesitas
Seseorang yang memiliki berat badan 20% lebih tinggi dari nilai tengah kisaran berat badannya yang normal dianggap mengalami obesitas.

Obesitas digolongkan menjadi 3 kelompok:
1.    Obesitas ringan : kelebihan berat badan 20-40%
2.    Obesitas sedang : kelebihan berat badan 41-100%
3.    Obesitas berat : kelebihan berat badan >100% (Obesitas berat ditemukan sebanyak 5% dari antara orang-orang yang gemuk).

Monday, December 19, 2011

KEKUATAN HATI MELEBIHI KEKUATAN PIKIRAN

Banyak orang sangat meyakini bahwa kekuatan pikiran positif dapat membawa manusia meraih kesuksesan dalam mencapai tujuannya. Memang, tidak diragukan lagi, kalau kekuatan pikiran positif ini dan membawa manusia pada kesuksesan dalam meraih tujuannya. Mereka yang dapat mengarahkan pikirannya selalu kearah positif, maka diyakini bahwa hasilnya adalah sesuatu kehidupan yang positif juga.


Meskipun demikian, kita sebagai manusia yang memiliki keyakikan keimanan kepada ALLAH, sebaiknya menyadari bahwa bukan hanya mengandalkan kekuatan otak semata, bukan hanya mengandalkan akal dan kekuatan pikiran semata. Karena sesungguhnya ada kekuatan lain yang lebih dahsyat dari kekuatan otak, akal dan pikiran. Kekuatan ini bukan hanya mengantarkan manusia meraih sukses namun juga mampu mengantarkan manusia pada kemuliaan hidup. Yakni kekuatan hati atau kekuatan hati yang positif, kekuatan hati yang jernih. Kekuatan hati ini memiliki kedahsyatan yang melebihi kekuatan pikiran manusia. Karena hati adalah rajanya, hatilah yang mengatur dan memerintahkan otak, pikiran dan panca indra manusia.

Wednesday, December 14, 2011

AUTOPSI


1.1 AUTOPSI DAN TUJUANNYA
1.1.1 Defenisi
Autopsi berasal kata dari Auto = sendiri dan Opsis = melihat. Otopsi adalah pemeriksaan terhadap tubuh mayat, yang meliputi pemeriksaan terhadap bagian luar maupun dalam, dengan tujuan menemukan proses penyakit dan atau adanya cedera, melakukan interpretasi atau penemuan-penemuan tersebut, menerangkan penyebab kematian serta mencari hubungan sebab akibat antara kelainan-kelainan yang ditemukan dengan penyebab kematian (Mansjoer, dkk, 2000)
1.1.2     Sejarah Autopsi
Pada zaman dahulu, sebelum adanya praktek forensik menimbulkan begitu banyak kerancuan dalam penyelesaian suatu peristiwa kejahatan. Sehingga menyebabkan tidak terungkapnya suatu kasus dan memberikan kemudahan bagi pelaku untuk melarikan diri. Buruknya lagi, manusia-manusia yang hidup di zaman kuno seringkali membuat penyelesaian tidak logis dalam suatu peristiwa, misalnya ada suatu kasus pembunuhan, peradilan terhadap orang yang dianggap pelaku diserahkan pada dewa api dengan cara menyuruh orang tersebut berjalan diatas api, kalau kakinya terbakar orang itu dianggap bersalah.
Walaupun begitu pembedahan dan pemisahan organ jenazah telah dilakukan oleh manusia setidaknya 3000 tahun SM oleh bangsa Mesir Kuno dalam praktek mumifikasi. Pembedahan mayat yang digunakan untuk autopsi sendiri bermula pada sekitar awal millenium ketiga SM, walaupun sebenarnya hal ini berlawanan dengan norma masyarakat saat itu yang menganggap pengrusakan terhadap tubuh jenazah akan menghalanginya ke akhirat.